Jumat, 13 Desember 2013

Cerpen CInta "Cinta Yang Berakhir Tragis"

Berikut ini adalah sebuah Cerpen yang menurut saya menjadi sebuah inpirasi bagi saya karena dengan sebuah Cerpen ini banyak orang seakan menjadi sebuah tokoh dalam Cerpen Tersebut, Bagaimana dengan isi Cerpen Tersebut silahkan langsung saja untuk membacanya.



Cerpen CInta "Cinta Yang Berakhir Tragis"
CINTA YANG BERAKHIR TRAGIS
Karya Rizqi Arifiantini

 Perkenalkan dahulu, kenalkan Shinta teman sebangku Ayu mereka bersekolah di SMA Harapan Jaya Jakarta Selatan kelas XI-IPA/3, serta temannya atau cowok yang Ayu yakni Tian yang bersekolah di SMA yang berbeda dengannya yakni siswa SMA Daya Bakti 3 Jakarta Selatan kelas XII-IPA/2.

Disuatu hari shinta mempunyai teman sebut saja namanya Ayu, dia ngefans banget sama seorang yang bernama Tian. Pada awalnya Tian minta tolong padanya untuk cariin dia cewek. Shinta juga memikirkan “Siapakah ya yang bakal gue jodohin sama Tian? ” katanya dalam hati kebingungan. Pada akhirnya ia mempunyai inspirasi siapakah yang bakal dia sasarin, yakni Ayu. “Oh ya… Apa Ayu saja yang gue incar, hahah incar katanya” katanya meriang.

Keeseokan harinya, ia bercerita pada Ayu perihal bahwasanya Tian minta tolong padanya untuk cariin dia cewek “Eh Yu, gue mempunyai narasi nih!! Ingin kaga? ” cetusnya sembari bikin kaget ayu dari belakang. “Nggak ah gue malas yang ingin denger narasi lo! ” cueknya. “Ya telah deh, bila memang tidak mau denger narasi perihal Tian…” tutur shinta sembari meninggalkan Ayu. “Eh tunggulah dulu… Perihal Tian wahh apa ayo gue ingin tau! ” potongnya pada waktu shinta bicara. Pada akhirnya sok cuek Ayu juga selesai dengan perkataan Shinta dengan menyebutkan nama cowok yang dia idamkan sampai kini, yakni Tian. “Gini lho, tadi malam tuh Tian BBMan sama gue serta tiba-tiba dia katakan gini “Eh Shin, gue lagi jomblo nih, bantuin gue dong cariin cewek yang baik deh” kan gue balas “Urusan gue apa? ” hahah serta dia juga jawab lagi “Kan gue hanya minta tolong kek untuk cariin cewek, pelit sangat sih lo” itu sih tuturnya, anda ingin ya kenalan dahulu deh! ”

Sebagian sebelum dijawab oleh Ayu, bel berbunyi juga bertanda masuk kelas. Shinta juga mempersiapkan serta memimpin kelasnya kebetulan juga ia yaitu Ketua Kelas. Sesudah ia mempersiapkan pasukannya, ia juga masuk ke dalam kelas, serta untuk menentramkan kelasnya yang ramai, sesudah seluruhnya lumayan tidak ramai, ia juga ajukan pertanyaan kembali pada Ayu “Gimana Yu, ingin tidak? ingin ya! Lo kan juga sukai tuh sama orang itu! ” dengan kata yang mengejek. “Gue tidak SUKA, gue hanya sebatas ngefans berat sama orang itu” cetusnya judes. “Sihh, jujur saja kali, tiap-tiap lo bicarain Tian, muka lo serta mata lo waktu narasi tidak sama banget, seperti ada perasaan yang mendalam banget sama orang itu. ” ngejeknya kembali pada Ayu. Teng… teng.. teng… Ayu juga tak berbicara tak tahu apa yang dia pikirkan. Tiba-tiba guru datang nyatanya mereka baru inget bila saat ini pelajaran guru killer yakni guru Matematikanya sebut saja namanya Pak Dofi. Pak Dofi yaitu guru yang paling kiler di sekolah ini. Shinta juga lupa untuk memanggil pak killer di area guru. Namun hari ini Shinta juga bingung mengapa pak killer kok tak memarahinya.

KBMpun jalan dengan lancar, serta pada akhirnya tak kerasa terdengar bel berbunyi yang bertanda saat istirahat tiba. “Eh Shin, eeemmm, ee ya deh gu…gue ingin, namun teman dekat dahulu ya! Janganlah segera tembak, gue kan jadinya tidak enak” ucap Ayu grogi. “Ya tidak lha, dia kan juga mau kenal lho deket, tidak segera nyosor tembak semua memang dia cowok apaan” cetusnya sembari memukul pundak Ayu. “Oke deh nih nomor tuh orang, ciyyeee” sembari berikan selembar kertas padanya.

Jalan selangnya saat, serta tak tahu mengapa esok harinya Ayu juga terlihat sumringah banget kaga seperti umumnya. Shinta juga ajukan pertanyaan pada Ayu “Eh Yu, mengapa lo berbunga-bunga gitu? Ayo ada apa ini! ” ucapnya dengan penasaran. “Cerita tidak ya! Gue ingin ahh, ” ucapnya dengan senyum-senyum. “Ih ngggak usah malu-malu gitu kali sama gue, woles saja sama gue, dapat jaga rahasia nih! ” Ucapnya dengan enjoy. “Emmm, gi… gini… gu.. gue telah SMS ke Tian, serta pada akhirnya di balas juga, nyatanya apa tuturnya tetangga gue Tian itu juga sukai sama gue lama! Masak lo tidak tau? ” ucapnya suka serta heran. “Heheh gue selidiki dahulu ya beib Yu,, mmmuuaacchhh” katanya selidik.

Sepulangnya sekolah, Shinta juga ke sekolah Tian sembari menunggunya “Mana tuh orang lama banget keluarnya dari sekolah, lelet banget seperti penganten saja nih anak”. Sebagian menit lalu “Eh An, cepetan dong, lelet banget lo seperti semut, tubuh lo yang kekar bak pemain basket ini lelet banget ketua tim lagi, SEMANGAT dong broww!!! ” ucap Shinta dengan semangatnya. “Eh gue ingin bertanya nih, lo sukai ya sama Ayu, gue juga denger sih dari anak-anak bila lo sukai juga sama Ayu, bila lo melalui sekolah gue, lo pasti tanyain Ayu bukan hanya gue yang riil teman dekat lo dari saat semut! ” ucapnya sembari melihat pasti Tian. “Ha semut? Kecil kali, Shin…! ” ucap Tian. “Ya telah sama saja! Jujur deh sama gue, lo kan nyuruh gue memang untuk kenalan sama Ayu. Kan gue telah sempat kenalin lo sama Ayu! ” ucapnya Shinta Kembali. Serta ia juga bertanya dengan serius sembari memandang mata Tian “An, bila lo memang sukai sama Ayu ya sana selalu jelas saja, gue dukung teman dekat gue kok… Ayo semangat teman dekat gue yang lelet, weekkk” sembari menjulurkan lidah padanya. “Emm, ya sih gue dari dahulu telah sukai sama Ayu, namun bagaimana Shin, apakah Ayu juga sukai sama gue!! ” seriusnya. “Eh dia juga sukai banget sama lo, tiap-tiap lo tanding, dia senantiasa tengok. Serta satu lagi dia senantiasa tengok info di twiiter lo, perihal jadwal tanding lo sama antar club mana ataupun sekolah mana! ” Ucapnya dengan kebenaran yang berlangsung.

Kurang lebih 20 menitan pada akhirnya Shinta juga hingga terlebih dulu ke tempat tinggalnya dengan jalan kaki sembari mengobrol pada Tian “Udah ya, An… gue masuk dahulu.. hati-hati lo di jalan, jangan sempat asal-asalan saat kapten tim ceroboh” oloknya. Shinta juga segera ke kamar serta pergi SMS pada Ayu dengan apa yang ia tadi omongin dengan Tian, serta nyatanya apa yang berlangsung? Ayu juga nyatanya sepanjang 2 minggu ini telah sahabatan dengannya dengan cara tiba-tiba tiada sepengetahuan Shinta.

Serta selang saat yang lama kurang lebih persahabatan sepanjang 1 bln., pada akhirnya Ayu jadian juga sama teman dekat tersayangnya yakni Tian. Jalinan itu jadi erat, hingga Shinta juga iri dengan jalinan itu. Dia benar-benar iri, lantaran mengapa cowok yang lagi bersamanya tak seromantis serta sebagus dia. Serta yang membuatnya lebih iri yakni, pada waktu timnya tanding, Ayu juga turut serta dalam pemirsa untuk berikan semangat untuk Tian. Waktu istirihat atau tunggulah ronde setelah itu, Ayu juga menyeka keringat yang ada padanya serta berikan kan sebotol minuman air lewat cara yang benar-benar romantis yakni sama-sama memandang antar keduanya. Selang yang lama sampai tinggal sebulan lagi “1 Anniversarry Tian serta Ayu”.


Pembicaraan yang Shinta tau pada waktu Tian serta Ayu :
“Eh Yu, tinggal satu bulan lagi kita telah menuju setahun Anniversary kita atau hari jadi kita. Kita ingin dirayakan dimana nih? ” ucap Tian. “Emm, barangkali di taman kali ya An, ya telah deh kelak kita SMSan, ketemuan dimana serta jam berapakah, yang utama sepulang sekolah saja ya! ” ucap singkat Ayu.

Sesudah sekian waktu esok harinya yaitu hari jadi satu tahunnya Ayu serta Tiar. Shinta juga mengingatkan pada Ayu bahwasanya besok yaitu hari jadinya. Pada akhirnya Ayu juga selekasnya mengambil handphonenya serta SMS pada Tiar yang diisi :
“Tiar sayang, besok kita ketemu di Taman saja pada jam 3 sore saja deh, ditunggu ya! ” berisi serta Tiar juga membalasnya “Biar ya sayang gue yang jemput lo dirumah, ditunggu ya sayang! ”.

Esok haripun sudah tiba. Pada waktu di sekolah Shinta menanti Ayu untuk mengatakan selamat kepadanya, tak tahu apa yang dia bicarakan dengan ngaco. Tiga menit lalu, Ayu juga datang serta Shinta juga teriak “Selamat Yu, semoga abadi ya sama dia, semoga tidak sempat tengkar, aminn…!! ” katanya dengan teriakan yang menggelegar. “Oke keduanya sama, Shin.. terima kasih ya!! Eh gue pamitan yah, gue lagipula telah ingin geser dari sini! ” ucap Ayu dengan suara yang halus. “Lho ingin ke mana Shin? ” tanyanya bingung. “Entar saja tengok sendiri! ” ucapnya singkat.

Shinta juga terasa cemas dengan kalimat yang disampaikan Ayu tadi. Ia juga senantiasa bertanya-bertanya dalam hatinya. “Kenapa, apa jangan-jangan… ah ngaco lo Shin? ” hati kecilnya juga bicara, namun ya sudahlah ia tetep berdoa semoga apa yang ia pikirkan tak berlangsung pada dua sahabatnya itu.

Sore hari sudah tiba Ayu juga menanti Tiar yang bakal menjeputnya. Sedang ia terus bedoa serta berdoa semoga tak ada apa-apa yang bakal berlangsung kelak. Sebagian menit, pada akhirnya Tiar menjeputnya, yang anehnya lagi pada waktu Shinta lihat mereka berdua menggunakan baju yang sudah ia berikanlah padanya, tidak aneh sih memanglah untuk setahun nya mereka. “Ih keduanya sama pakai pakaian yang gue belikan untuk kalian, nyatanya couple juga ya! ” katanya seneng. “Ya dong, kan gue makenya hanya satu saat ini, mesti di pakai dong, janganlah dibuang-buang mubadzir kali” mereka juga menjawab pertanyaan dengan serempak. “Ih ngapain nih anak berdua serempak, kok jadi tidak enak ya perasaanku! ” ucap Shinta dalam hati kecilnya. “Ya telah ya kita ingin berangkat dahulu, bye… bye” ucapnya dengan cara berbarengan.

Sebagian selang saat, Shinta kaget lantaran mereka memperoleh telpon dari rumah sakit, bahwasanya Tiar serta Ayu barusan kecelakaan dengan dua truk. Shinta juga kaget, serta apa yang berlangsung Shinta segera cepat-cepat pergi ke Rumah Sakit untuk mlihat dua sahabatnya itu. Pada akhirnya apa yang ia pikirkan ini jadi kenyataan, pada sesampainya di RS nyatanya dua sahabatnya itu telah tak tertolong lantaran telah banyak darah yang keluar dari mereka berdua. Ia juga menangis kencang dan ikhlas kehilangan ke-2 sahabatnya. “Kenapa ini berlangsung pada gue ya allah, mereka teman dekat gue yang sama-sama menjalin hubungan, apakah ini yang diberi nama cinta sejati hingga mati, serta juga diberi nama cinta mereka selesai dengan ketabrakan yang tragis” tangisnya.

Bagaimana dengan Cerpen diatas, SHare atau LIKE jika Cerpen Tersebut sangat bermanfaat bagi anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar